Sunday, January 1, 2012

Menjelajahi Jantung Borneo

Oleh Heriyanto

Cahaya matahari hampir saja tak mampu menembus celah-celah pohon di tengah hutan belantara Kalimantan yang lebat. Begitu lebatnya, dari bawah hanya bisa terlihat cahaya tak utuh menerobos kanopi dan membentuk sorot seperti cahaya senter, namun melemah hingga tak mampu menyentuh tanah.

Daun-daun membentuk gerombolan hijau, sementara itu burung-burung beterbangan di dahan-dahan pohon, saling berlomba mengeluarkan bunyi terindah. Semut-semut berkeliaran di batang pohon dan di bawah daun kering yang rontok ke tanah. Begitulah sedikit gambaran lebatnya hutan di kawasan Jantung Borneo. Sebuah warisan alam yang kini makin menipis.

Heart of Borneo (HoB) terletak di sepanjang deretan pegunungan yang membelah bagian tengah pulau Borneo (Kalimantan) hingga ke dataran rendahnya yang terkait secara ekologis, melintasi Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Konon, kawasan ini menjadi semacam menara air Borneo. Dari 20 sungai utama yang mengaliri keseluruhan pulau ini, 14 diantaranya berhulu di Heart of Borneo. Luasnya diperkirakan sekitar 220.000 hektar. Di Indonesia kawasan HoB mencakup 3 provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan  Timur.

Hutan Kalimantan sejak dulu terkenal memiliki bentangan sangat luas. Di Kalimantan Barat misalnya, kalau kita pergi ke kabupaten Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu, masih akan kita jumpai hutan belantara yang begitu lebat yang belum dijamah tangan manusia. Pohon-pohon besar masih tegak berdiri, dan sungai-sungai masih memberi sumber air yang menyegarkan. Di dalamnya tersimpan keanekaragaman hayati yang begitu besar.

Majalah National Geographic menulis, Kalimantan memiliki lebih dari 15.000 spesies tumbuhan yang sudah dikenal, termasuk lebih dari 2.500 spesies anggrek. Hutan dataran rendah Asia Tenggara, termasuk Kalimantan, merupakan hutan hujan tropis paling jangkung di dunia, dan bisa ditumbuhi hingga 240 spesies pohon dalam kawasan seluas satu setengah hektare. Kalimantan memiliki bunga terbesar di dunia, anggrek terbesar di dunia, tanaman karnivora terbesar di dunia, serta rama-rama terbesar di dunia (Mel White, 2008).

Dalam beberapa kali kesempatan saya mengunjungi Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kawasan ini adalah surga bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang membentuk sistem ekologis yang lengkap. Wilayah ini memiliki lebih dari 500 jenis tumbuhan, 260 jenis ikan, 300 jenis burung, 11 jenis kura-kura air tawar, 7 jenis primata dan yang terpenting adalah TNDS merupakan daerah tangkapan air yang sangat penting, menyuplai 25 persen air bagi Kalimantan Barat. Selain penghasil ikan air tawar, kawasan ini juga sekaligus merupakan daerah penghasil madu organis yang mengandalkan kemurahan alam.

Tapi luas tutupan hutan Kalimantan terus mengalami penurunan. Berbagai ancaman serius seperti pembukaan kawasan hutan untuk perkebunan,  penambangan ilegal di kawasan hutan, dan pembalakan liar (illegal loging) mengusik hutan yang masih tersisa. Pembalakan liar dan pembukaan kawasan hutan menjadi lahan perkebunan sawit adalah ancaman paling serius yang sudah berlangsung sejak lama. Banyak kawasan yang kini berubah menjadi lahan tandus dengan sisa pohon-pohon hasil tebangan berserakan. Berbagai bencana siap mengancam dari berbagai sisi. 

Pada tahun 1990an hingga 2000an, tingkat pembalakan liar di Kalimantan Barat sangat mengkhawatirkan. Upaya pemberantasan illegal loging terus dilakukan, namun aktivitas illegal loging masih terus terjadi. Kini intensitasnya makin berkurang dibanding beberapa tahun lalu. Menurut data Konsorsium Anti Illegal Loging, saat itu tebangan kayu bulat dari aktivitas tebangan liar di provinsi ini diperkirakan mencapai 100.000 meter kubik per bulan atau sekitar 15.000 pohon dibabat setiap bulannya.

Dalam setahun diperkirakan tak kurang 1,2 juta meter kubik log diproduksi melalui aktivitas tebangan liar yang tersebar hampir di seluruh kabupaten di Kalimantan Barat. Maraknya aktifitas penebangan liar ini telah mengakibatkan penurunan kualitas kawasan hutan dan produktifitas usaha perkayuan yang sebelumnya mendominasi sumber pemasukan daerah.

Banyak perusahan perkayuan di Kalimantan yang dulu berjaya kini rontok dan tak beroperasi lagi. Di Pontianak hanya tersisa beberapa perusahaan yang masih bertahan, padahal sebelumnya ribuan orang mengandalkan sumber pendapatan pada industri perkayuan ini.

Aktivitas illegal loging ditengarai banyak melibatkan oknum instansi yang berwenang yang bermain dengan para cukong kayu. Ribuan kubik kayu berhasil diselundupkan ke Malaysia lewat jalur sungai. Pada 2008, Mabes Polri membongkar kasus pembalakan liar besar-besaran di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ribuan kubik kayu bermasalah diamankan. Beberapa pejabat Dinas Kehutanan Kabupaten Ketapang dan perwira kepolisian di Polres Ketapang turut ditangkap. Kasus ini hanya satu kasus dari banyaknya kasus illegal loging yang terjadi di Kalimantan.

Sementara itu, konversi kawasan hutan menjadi perkebunan sawit juga telah menyebabkan kerusakan yang begitu besar . Saya telah mengunjungi sejumlah lokasi yang hutannya telah musnah dan berubah menjadi areal perkebunan. Sintang, Sanggau, Bengkayang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Ketapang, dll. Terlalu banyak kerusakan yang terjadi. 

Kerusakan yang terus menggerogoti hutan kalimantan ini akan terus mengurangi lebatnya hutan belantara dan kita tak akan bisa menjumpainya beberapa tahun mendatang bila tak diselamatkan sejak sekarang. Padahal hutan memiliki fungsi ekologi antaralain: pengatur tata air, suplai oksigen, pencegah longsor, pengatur iklim mikro, sumber kekayaan plasma nutfah, habitat satwa liar, dan penyedot karbon. Namun fungsi hutan ini makin berkurang dengan semakin besarnya laju kerusakan hutan.

Pemberdayaan Masyarakat
Rusaknya hutan tentu saja merugikan kita semua, bukan hanya karena kerugian pada nilai nominal kayu yang ditebang, namun juga bila kita memandang hutan sebagai bagian dari kehidupan manusia. Sebagian besar masyarakat di sekitar kawasan hutan sangat mengandalkan sumber daya hutan sebagai sumber kehidupan mereka. Sebagian mereka berpenghasilan kecil.

Saya berkunjung ke beberapa desa yang bertetangga dengan hutan. Bertemu R Sembay di Desa Ensaid Panjang, Sintang; Haryanto di desa Leboyan, Kapuas Hulu; Ukuk Paran di Das Mendalam; dan banyak orang lagi di desa lain. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan semakin berkurangnya luas hutan. Pembalakan liar atau pembukaan kawasan hutan menjadi perkebunan makin mempersempit hutan adat masyarakat. Pemerintah daerah setempat terus mengeluarkan ijin bagi perusahaan-perusahaan perkebunan untuk membuka kawasan hutan. Sebagian hutan adat masyarakat pun telah dibabat.

Hilangnya hutan tak hanya membawa dampak pada kehidupan ekonomi, namun juga pada sosial budaya masyarakat sekitar hutan. Lembaga Pengkajian dan Studi Arus Informasi Regional menyatakan beberapa kebudayaan dari komunitas Adat Dayak di Kalimantan Barat, misalnya, terancam hilang menyusul semakin menyusutnya kawasan hutan. Secara turun temurun masyarakat adat Dayak erat kehidupannya dengan hutan. Menyusutnya kawasan hutan sangat mempengaruhi kehidupan mereka.

Dari sini saya berkeyakinan masyarakat perlu dilibatkan untuk menjaga kelestarian hutan. Pemberdayaan terhadap komunitas-komunitas masyarakat yang tinggal di sekitar hutan bisa dilakukan dengan metode partisipatif. Tak ada yang lebih mengenal hutan selain masyarakat yang selama ini hidup dan berinteraksi dengan hutan.
Mereka memiliki kearifan lokal yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kelestarian hutan, secara turun temurun. Kearifan lokal adalah cara yang dilakukan masyarakat dalam pengelolaan alam dan lingkungan untuk mencukupi kebutuhannya. Mereka melakukannya dengan cara-cara bijak, tanpa merusak lingkungan sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Beberapa sub suku Dayak di Kalimantan misalnya punya aturan adat untuk tidak menebang hutan secara berlebihan kecuali untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka juga melarang orang mencuri kayu di hutan adat mereka. Bagi mereka yang melanggar akan diberi sanksi adat sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Masyarakat bisa menjadi bagian dari upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan yang lebih parah. Masyarakat menjaga hutan agar sumber daya hutan yang selama ini mereka manfaat bisa terus berkelanjutan.

Sementara masyarakat sekitar Danau Sentarum, Kapuas Hulu Kalimantan Barat giat mengembangkan peternakan lebah madu alam secara organis. Di sana terdapat duapuluhan kampung yang memanfaatkan madu hutan sebagai penghasilan tambahan. Kawasan lahan basah itu mampu menghasilkan lebih dari dua puluh ton madu hutan sekali musim bunga. Selain untuk kebutuhan lokal, madu ini juga diekspor ke luar negeri. Peternakan madu alam ini juga mampu melestarikan hutan rawa gambut di kawasan itu. Masyarakat membuat aturan agar pohon-pohon sebagai sumber pakan lebah tetap terjaga. Warga tidak boleh menebang pohon sembarangan, apalagi membakar lahan.

Penguatan masyarakat sekitar hutan sangat diperlukan agar masyarakat menjadi bagian terus-menerus dalam pengelolaan hutan lestari. Kegiatan pemberdayaan masyarakat perlu terus didorong agar ada peningkatan pengetahuan serta keterampilan masyarakat lokal dalam perencanaan, pemanfaatan, dan pengelolaan sumber daya alam.

Dalam membuat kebijakan berkenaan dengan masalah hutan, pemerintah perlu menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Selama ini kebijakan kehutanan yang dikeluarkan sering mengabaikan hak-hak masyarakat lokal.

Bila ke depan pandangannya masih sama, maka kerusakan hutan masih akan terjadi. Karena itu kebijakan pemerintah dalam pengelolaan hutan ini harus berubah dan menuju pada pengelolaan hutan lestari berbasis ekosistem. Sumber daya hutan dipandang sebagai sumber daya yang bersifat holistik, sumberdaya ekonomi, ekologi, dan sosial sebagai satu kesatuan.

Konservasi dan pembangunan adalah dua hal yang sebenarnya bertentangan. Mengutamakan konservasi semata berarti meniadakan pembangunan, dan sebaliknya bila pembangunan yang diutamakan maka konservasi akan terancam. Tetapi pada dasarnya dua hal ini sama-sama penting.

Karena itu, perlu ada evaluasi berbagai kebijakan pemerintah berkaitan dengan sektor kehutanan. Kebijakan-kebijakan yang tidak relevan harus dibuang, kebijakan yang baik dipertahankan, dan mencari terobosan kebijakan yang fokus pada penyelamatan hutan. Oke, kebijakannya sudah ada, selanjutnya perlu upaya ekstra keras untuk penerapannya.

Pemerintah harus segera membuat Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dengan benar. Harus ditentukan mana kawasan yang dijadikan hutan lindung, taman nasional, hutan tanaman industri, dan wilayah mana yang bisa dibangun. Tumpang tindih kawasan sering terjadi, misalnya di beberapa daerah banyak kawasan hutan lindung yang justru diubah peruntukkannya.

Bila pemerintah (baik pusat maupun daerah) dan masyarakat bersungguh-sungguh untuk menjaga hutan, saya optimis, hutan yang kita miliki ini bisa dipertahankan. Tentu butuh kerja keras dan kesungguhan.

Akhirnya proses pengelolaan hutan itu bukanlah monopoli pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian dari upaya pelestarian hutan di Indonesia. Pelestarian hutan adalah untuk generasi mendatang. Jantung Borneo terlalu mahal untuk dikorbankan hanya untuk kesenangan kecil. Ini adalah aset yang tak hanya untuk hari ini, tetapi bagi generasi selanjutnya. []

2 comments:

Zahid Hamidi said...

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan MBAH WIRANG yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH WIRANG,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH WIRANG atas bantuan nomer togel Nya. Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi MBAH WIRANG di hendpone (+6282346667564) & (082346667564) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya...





PAK RUSDI DI SEMARANG said...

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sud ah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£